republikseoのブログ

Mencoba Berbagi artikel tentang review dari blogger amatir

Konsumsi Biji Kopi Hijau Belum Tentu Efektif Turunkan Berat Badan

Discoffeery, Kopi Hijau 100% Asli-Pada penelitian sebelumnya ditemukan jika biji kopi hijau efektif menurunkan berat badan. Namun, sebuah penelitian baru justru tidak menemukan efek positif dari mengonsumsi biji kopi hijau untuk membakar lemak.


Biji kopi hijau atau mentah sudah banyak dikenal masyarakat. Diyakini sebagai suplemen alami dengan banyak manfaat. Biji kopi Hijau yang masih mentah juga disebut-sebut sebagai produk ajaib karena dapat menurunkan berat badan.


Seperti yang dikabarkan Times of India (13/6/2013), Vance Matthews, asisten Profesor dari The University of Western Australia bersama para tim penelitinya mencatat manfaat kopi bagi kesehatan dan mengandung zat polifenol nabati.


Kabarnya Matthews bersama tim juga mencatat bukti hasil penelitian sebelumnya, bahwa peminum kopi memiliki risiko lebih rendah terkena obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes tipe-2 dan gangguan kesehatan lainnya.


Salah satu zat polifenol dalam kopi adalah Chlorogenic acid (CGA). Jenis asam yang satu ini merupakan bahan utama untuk membuat suplemen diet, yang dipromosikan sebagai produk penurunan berat badan.


Saat ini sudah banyak yang meneliti manfaat kandungan polifenol dalam Discoffeery, Kopi Hijau 100% Asli. Sayangnya belum ada ilmuwan yang memeriksa efek buruk jika konsumsi CGA dalam dosis tinggi dan dikaitkan dengan masalah obesitas juga gangguan kesehatan lainnya.
Karena itulah Matthews dan tim memutuskan untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Pada penelitian ini, menggunakan beberapa ekor tikus percobaan. Kemudian dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok hanya diberikan diet tinggi lemak dan satu kelompok lagi diberikan diet tinggi lemak plus pemberian suplemen CGA.


Hasilnya, tikus dengan diet tinggi lemak dan tikus diet tinggi lemak plus suplemen CGA, memiliki berat badan yang sama. Bahkan tikus yang diberikan CGA justu lebih mungkin dapat menambah kadar lemak dalam hati.


“Dari hasil studi ini menunjukkan bahwa pemberian suplemen CGA dalam dosis tinggi tidak melindungi tubuh untuk terkena risiko obesitas dan sindrom metabolik lainnya.” jelas tim peneliti. Studi ini juga telah dipublikasikan dalam ACS' Journal of Agricultural and Food Chemistry. https://www.pearltrees.com/s/file/preview/150517224/Discoffeery.doc.pdf